Diduga Ketua Kube Lele Sakti Tidak Transaparan, Bendahara Pilih Mundur

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Program yang ditelurkan oleh Pemerintah Pusat oleh Kementrian Sosial RI, melalui Direktorat Jendral ( Dirjen) Pemberdayaan Sosial Penanggulangan Kemiskinan sasarannya diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Salah satu bentuk programnya membentuk Kelompok Usaha Bersama, yang biasa dikenal dengan nama Kube. Kube sendiri harus memiliki anggota sebanyak 10 orang, sudah termasuk Ketua dan Bendahara.

Seperti yang terjadi, Kube Lele Sakti yang berada di Dusun Geneng, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Pada pertengahan Januari 2018, Kube Lele Sakti mendapat kucuran dana sebesar Rp 20 juta. Hal itu diungkapkan Agung Dwi Priyono saat ditemui dirumahnya, Sabtu (17/3) pukul 09.00 WIB.

Menurutnya, setelah dana diambil di BRI Cabang Kediri, dana itu dibelanjakan Ketua guna keperluan pembuatan kolam ikan, tanpa melibatkan Bendahara.

"Dikarenakan, dalam pembelian barang-barang yang dibutuhkan tidak pernah ada laporan dari Ketua. Sehingga, pada awal Pebruari 2018, Saya mengajukan surat pernyataan pengunduran diri sebagai bendahara kube lele sakti,"terang Agung yang didampingi Heri Sukamto anggota kube.

Hasil pantauan di lapangan, sebanyak 3 kolam ikan yang ada di halaman rumah Ketua, dan anggota Kube Lele Sakti.

Diduga pembelian terpal kolam ikan, kawat penahan kolam, pompa, dan tong, tidak disampaikan oleh Ketua agar semua anggotanya tahu. Tidak ada keterbukaan dan transparan dari Ketua.

Sehingga, hal itu menimbulkan rasa tidak percaya sebagian anggota dalam mengelola bantuan modal usaha dari Kementrian Sosial.

Ketua Kube Lele Sakti, Ali Mardanus saat ditemui dirumahnya, Sayangnya tidak ada dirumah. Hingga berita ini ditulis ketua belum bisa dimintai keterangan. (prijo)

 

 

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita