Drs. Hartono Tokoh Masyarakat Tionghoa Telah Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Seluruh Komunitas Marga Tionghoa di Indonesia berduka dan merasa kehilangan sosok tokoh masyarakat dan guru bangsa, Drs Hartono (Lie Pe Tjau) telah meninggal dunia pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 14.35 WIB di Rs. Pantai Indah Kapuk (PIK).Drs Hartono meninggal di usia 88 tahun dan meninggalkan satu orang istri (Indri Susanti) dan ketiga orang anak (Oni,Sony dan Erick). 

Semasa hidup Drs Hartono mempunyai jabatan sebagai Dewan pembina Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Ketua Forum Demokrasi Kebangsaan (FORDEKA), Dewan Pembina Xinya Collage, Pengajar sekolah Pah Cung dan PNS Kodam Lima Jaya.

Saat ini Jenazah dari Drs.Hartono masih disemayamkan rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara dan rencananya pada minggu 14 oktober 2018 pukul 10.30 WIB Jenazah dari Drs Hartono akan dikremasikan di krematorium di Rumah duka Grand Heaven lantai 5 Pluit ,Jakarta Utara. 

Dalam sambutannya Ganjar Bukan Pranowo (GBP) yang mewakili Keluarga Besar Bpk. Drs. Hartono mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang TERHORMAT :

- Ibu MEGAWATI SOEKARNO PUTERI(KETUM PDIP)

- KETUA & ANGGOTA MPR. RI. 

- KETUA & ANGGOTA DPR RI

- KETUA & ANGGOTA DPD RI

- Dan seluruh Lembaga Negara.

- KELUARGA BESAR FORDEKA.

- KELUARGA BESAR PSMTI Pusat & Daerah

- KELUARGA BESAR INTI. Pusat & Daerah

- Keluarga Besar MARGA-MARGA SELURUH INDONESIA.

- KELUARGA BESAR PAH CUNG.

-  KELUARGA BESAR XINYA COLLAGE

- KELUARGA BESAR KOKO CICI Indonesia & Daerah

- Dan kepada seluruh handai taulan Bpk Drs. HARTONO(Maaf bila tidak kami sebut satu persatu)

Yang telah Memberikan Dukungan Doa, Supportnya baik dalam bentuk Moril & Materiel selama Bpk. Drs. Hartono dalam Kondisi Sakit sampai beliau berpulang ke RUMAH BAPA di SURGA. 

Khususnya kami dari Keluarga Mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak David Herman Jaya(Ketua Umum PSMTI) yang telah Memberikan Perhatian Khusus kepada pak Drs. Hartono dan Keluarga, ujar GBP yang ditemui saat berada di dalam Rumah Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara ,Sabtu(13/10)malam

Kiranya Bila ada Kesalahan baik yg disengaja ataupun tidak sengaja dari Almarhum Bpk Drs. Hartono atas nama Keluarga mohon dibukakan Pintu maaf dengan penuh Ketulusan, ungkap GBP

Ketika besuk siang (14 oktober 2018) kita sudah tidak berkumpul disini lagi dan Almarhum sudah tidak bersama kita lagi. Semoga apa yang telah diperbuat Almarhum dimasa hidupnya Tetap Menjadi Kenangan Manis dan dapat menjadi Teladan bagi kita semua ... Terutama Generasi Milenial sebagai Generasi Penerus

GBP dalam sambutamnya juga mengajak hening sejenak dan menghayati sebuah Renungan ...

" KETIKA KITA .. SUDAH TIDAK BISA LAGI MENYAPA PAK HARTONO ... APA KABAR PAK HARTONO ? ..."

" KETIKA KITA .. SUDAH TIDAK BISA LAGI ... MENELPON ATAUPUN MENERIMA TELPON DARI PAK HARTONO ... "

"KETIKA KITA SUDAH TIDAK BISA LAGI ... BERTANYA KEPADA PAK HARTONO ..."

"KETIKA KITA SUDAH TIDAK BISA LAGI ... MINTA SARAN KEPADA PAK HARTONO...."

AKANKAH KITA KECEWA ... ?

AKANKAH KITA PUTUS ASA ... ?

AKANKAH KITA BERHENTI DISINI ... ?

Andaikan Pak HARTONO Saat ini boleh menyampaikan Pesannya ... 

Pastinya Beliau akan berkata ... 

JANGAN KECEWA ...

JANGAN PUTUS ASA ...

JANGAN BERHENTI ...

*JANGAN MENYERAH* ...

TETAP FOKUS ...

LANJUTKAN PERJUANGAN...

LANJUTKAN PERJUANGAN ....

LANJUTKAN PERJUANGAN ....

Apa yang pernah SAYA PERBUAT & SAYA RINTIS untuk Kaum Tionghoa Khususnya serta Untuk Bangsa dan Negara NKRI ... !!!

Besar harapan kami dari Keluarga

KIRANYA SILAHTURAHMI .. PERSAUDARAAN & KEKELUARGAAN KITA SEMUA .. 

TETAP TERJALIN DENGAN BAIK 

DENGAN SEMANGAT KASIH YANG TULUS ALMARHUM ...

TETAP TERUS BERSINAR DI HATI KITA SEMUA ... 

BAGAIKAN PAK HARTONO KETIKA MASIH BERSAMA KITA

 

Drs Hartono adalah seorang guru bangsa dan panutan bagi kita semua. Bagi saya almarhum adalah tokoh yang sulit tergantikan,kata GBP

Dan apa saja yang sudah dirintis oleh Bapak Drs Hartono harus terus bisa untuk dilanjutkan perjuangan beliau.Walaupun beliau sudah tidak bersama kita saat ini tetapi kita harus terus menjalin hubungan HARMONIS dengan sesama marga Tionghoa Khususnya dalam ORGANISASI PSMTI, FORDEKA, INTI. Semoga semakin HARMONIS kedepan, imbuh GBP

Sebagai Penghotmatan terakhir, banyak Tokoh Masyarakat yang hadir ke Rumah duka, antara lain ;Anggota DPR RI Prof. Dr. Hendrawan Supraktikno, Darmadi Durianto,Daniel Johan, Tellie Gozellie DPD Bangka Belitung,The Ning King, David Herman Jaya(Ketum PSMTI), Teddy Sugianto(Ketum INTI), Anton Medan, Anda Hakim(Ketum FORTIBER), Charles Honoris ,Anggota DPR RI Drs. Eddy Sadeli S.H., Tenggono Phoa, Koko dan Cici Indonesia, dan masih banyak lagi para tokoh yang hadir.

Disisi lain, Daniel Johan mengatakan : "Bapak Hartono bukan hanya milik warga Tionghoa, bagi kami Pak Hartono adalah juga milik PKB yang kami cintai, karena semangat perjuangan, idealisme dan dedikasi beliau akan terus kami ingat dan kita lanjutkan, ujar Daniel yang ditemui di Rumah duka Grand Heaven.

Dr.Hartono adalah sosok tokoh tionghoa yang sangat inspiratif, sepak terjangnya dalam memperjuangkan kesetaraan bagi suku tionghoa di Indonesia tidak hanya wacana. Dari seorang guru sekolah, seorang aktivis kemudian menjadi PNS di zaman Orde Baru beliau lakoni sehingga beliau dipercaya menjadi Ketua KORPRI ABRI pada saat itu.

Pada saat menjadi PNS beliau menentang dengan keras kewajiban bagi etnis tionghoa untuk memiliki kartu K1, karena menurut beliau kebijakan itu diskriminatif dan hanya berlaku bagi etnis tionghoa di zaman Orde Baru itu. Beliau yang terlahir ditahun 1931 pernah merasakan kehidupan di zaman penjajahan, kemerdekaan, orde baru hingga reformasi, ungkap Daniel.

Beliau pernah bercerita bahwa disaat memasuki zaman orde baru kebijakan pemerintahnya sangat diskriminatif bagi suku Tionghoa seperti di zaman penjajahan Belanda, orang tionghoa harus mengganti nama, tidak boleh berbudaya dan berbahasa tionghoa hingga dilarang merayakan Imlek, katanya.

Pada saat orde baru berakhir Lahirlah organisasi masyarakat tionghoa PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) wadah ini beliau pakai untuk meneruskan perjuangan untuk mencapai kesetaraan bagi suku tionghoa yang tertunda selama menjadi PNS di masa orde baru. Beliau juga sangat aktif dan bersemangat mendorong generasi muda tionghoa untuk terjun ke berbagai bidang termasuk POLITIK sehingga terbentuklah FORDEKA, jelas Daniel

Beliau sangat mengagumi Gusdur karena di zaman orde baru,menurut beliau Gusdur selalu berani mengkritisi kebijakan pemerintah yang diskriminatif.

Gusdur selalu berani membuat terobosan baru dimana pada saat Reformasi dan menjadi Presiden semua bentuk Diskriminasi terhadap Suku Tionghoa langsung dihapuskan, Katanya “Perjuangan kami selama puluhan tahun sekejab di selesaikan oleh GusDur dan PKB”

Atas dedikasi beliau dalam memperjuangkan kesetaraan bagi orang tionghoa kami PKB menganugerahkan penghargaan Gusdur Award I di tahun 2015 dalam perayaan Imlek ke 14 di DPP PKB, beliau pernah berpesan bahwa “orang tionghoa secara hukum sudah sama dengan orang Jawa, batak, sunda, dll maka saatnya bekerja dan berkarya di segala lini untuk mensejahterakan bangsa Indonesia tanpa banyak mengeluh”.

Pada pertengahan bulan juli kemaren beliau pernah berdiskusi bersama Daniel dan Ardy di rumahnya, “kalian harus terus maju dan berjuang, waktu kalian masih panjang. PKB adalah partai sudah cocok untuk kalian. Sampaikan ke cak imin kalau tidak jadi JOIN dengan pak Jokowi jangan Kecewa, waktu nya masih ada, saatnya akan datang. PKB akan menjadi partai besar yang memimpin negara ini. Itu adalah doa yang sangat berarti bagi PKB.” ujar Daniel.

"Selamat Jalan Bpk. Drs. HARTONO. PERJUANGAN BAPAK PERJUANGAN KITA SEMUA," pungkas GBP.(RK)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita