Ilmuwan Universitas Mercu Buana Dampingi Pengembangan Kawasan Pesisir Jakarta Utara

INDONESIASATU.CO.ID:

INDONESIASATU.CO.ID.  Jakarta.  Indonesia adalah Negara Kepulauan dengan jumlah pulau yang mencapai 17.508 pulau dan panjang garis pantai kurang lebih 81.000 Km (DKP, 2008). Ini merupakan sumber daya alam yang tak ternilai, dan menjadi sumber pendapatan utama masyarakat Indonesia.  Wilayah pesisir dapat didefenisikan sebagai wilayah pertemuan antara ekosistem darat, ekosistem laut dan ekosistem udara yang saling bertemu dalam suatu keseimbangan yang rentan (Beatly et al, 2002).

Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir,  untuk berbagai kepentingan seperti pemukiman, perikanan, bisnis, wisata ), maka ada tekanan multi sektoral dan problem pada daerah pesisir dan laut  tersebut.     Di lain pihak ada kecenderungan kawasan pesisir kerap terabaikan, walaupun menyimpan potensi wisata dan bisnis yang menjanjikan. Begitu pula keadaan yang terjadi pada kawasan pesisir Jakarta. Sebagai kota metropolitan Jakarta masih kesulitan melakukan penataan dan koordinasi di kawasan pesisirnya.

“Tidak heran jika kawasan pesisir Jakarta pun menyimpan berbagai problematika yang perlu dicarikan jalan keluarnya,” ujar Dekan FIKOM UMB, Dr. Agustina Zubair disela penandatangan Nota Kerjasama Pengabdian pada Masyarakat di kelurahana Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (14 Mei 2018).

Problematika kawasan pesisir, lanjut Dekan FIKOM UMB ini memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan persoalan yang terjadi pada wilayah jauh dari pesisir Jakarta. Sehingga perlu treatment dan pendekatan yang juga berbeda.

Kegiatan ini, lanjut dia merupakan wujud peran serta perguruan tinggi, khususnya bagi ilmuwan untuk menyelesaikan persoalan sekitarnya. Dalam upaya tersebut perlu dilakukan penandatangan kerjasama antara UMB dan Kelurahan Marunda.

“Berbekal MoU itulah akan terukur kegiatan yang dilakukan para ilmuwan UMB dan warga dan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Adapun kerjasama yang dilakukan, antara lain bidang Komunikasi Lingkungan, Komunikasi Kesehatan dan pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Ketiga bidang tersebut menjadi fokus pada kerjasama saat ini.

“Kerjasama ini kan akan terus dievaluasi. Jika memang perlu perluasan program, maka dapat saja dilakukan,” imbuhnya.

Sekretaris Kecamatan, Ade Himawan menyampaikan kerjasama ini merupakan sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini akan menghasilkan solusi yang lebih baik.

“Semoga dapat mensejahterkan masyarakat. Dan itulah yang menjadi tujuan dari kerjasama ini,” tutur Ade.

(Sumber :  Amirullah Munawir, editor: Riko Noviantoro.   www.mercubuana.ac.id / humas@mercubuana.ac.id )

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita