Ingin Membumikan Pusaka Nusantara, Mercu Buana Jakarta Bangun Pusat Studi Arsitektur dan Lingkungan Binaan di Nusantara

WARTAKAMPUS.COM: JAKARTA - Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik dengan Akreditasi A (Unggul), Universitas Mercu Buana Jakarta tiada henti menjadi pionir dalam hal peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya membangun pusat studi yang berhubungan langsung dengan pembangunan yang mengutamakan kearifa lokal dan pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM, saat meresmikan pendirian Pusat Studi Arsitektur dan Lingkungan Binaan di Nusantara (Pusaka Nusantara), dalam acara Dies Natalis Universitas Mercu Buana 2017, 29 November 2017, di ICE BSD.

"Pusat studi ini diharapkan bisa berperan aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan di Nusantara dengan menjunjung tinggi kearifan lokal dan keberlanjutan komunitas serta ekosistem," jelas Dr. Aris.

Dalam operasionalnya "Pusaka Nusantara" akan mewadahi berbagai macam kajian di antaranya:

  1. Kajian Arsitektur  Nusantara
  2. Kajian Lingkungan Binaan
  3. Kajian Rekayasa Teknologi Bangunan
  4. Kajian Lintas Bidang

"Kita (UMB) harus bisa membumikan arsitektur nusantara di Indonesia" lanjut Dr. Arissetyanto Nugroho, MM., yang juga sebagai inisiator dari pendirian Pusat Studi ini.

Dalam operasionalnya Pusat Studi Arsitektur dan Lingkungan Binaan di Nusantara (PUSAKA NUSANTARA) diketuai oleh Prof. Dr. Bambang Heryanto, didukung oleh Ir. Edy Muladi, M.Si. (Dekan Fakultas Desain dan Seni Kreatif) dan Ir. Joni Hardi, MT. (Kaprodi. Arsitektur).

Sementara itu anggotanya berasal dari pakar-pakar multi disiplin: Arsitektur, Teknik Sipil, Planologi, Ekonomi Pembangunan, Antropologi, Desain, Industri, Komunikasi, Pembangunan Pariwisata, Manajemen Konstruksi, Energi Terbarukan, dan Teknologi Bangunan. (danto)