Kaji Banding Program Perlindungan Sosial, Pemda Pasaman Sambut Delegasi Kabupaten Sleman

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN -- Bupati Pasaman diwakili Asisten Pemerintahan, Mulyatmin Ch, sambut kedatangan sebanyak 11 orang rombongan Pemerintah Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibawah pimpinan Iriansya melakukan kaji banding program perlindungan sosial ke Kabupaten Pasaman, Kamis, (13/06/2019) kemarin.

Delegasi Pemerintah Kabupaten Sleman diterima oleh Bupati Pasaman diwakili oleh Asisten Pemerintaha bertempat di ruang rapat Bupati Pasaman didampingi oleh Kepala Bappeda Choiruddin Batubara, Kepala Dinas Sosial Efka Emi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ali Yusri, Ketua Baznas Syafrizal, kepala BPJS Syafruddin, Sekretaris DPP KB Dwi Hadiah, Kabid dari Dinas Kesehatan dan Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. 

Asisten Pemerintahan, Mulyatmin Ch dalam sambutan mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pasaman yang sejuk dan indah. “Kami persilahkan delegasi dari Kabupaten Sleman untuk menggali informasi tentang program perlindungan sosial yang telah dilaksanakan di Kabupaten Pasaman dari SKPD terkait yang hadir saat ini," ujarnya.

Ketua delegasi Pemerintah Kabupaten Sleman Iriansya yang menjabat sebagai Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman mengatakan, kami datang ke Kabupaten Pasaman dalam rangka kaji banding tentang program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang kami nilai cukup sukses dan berhasil di Kabupaten Pasaman.

Selanjutnya, Kepala Bappeda Pasaman, Choiruddin Batubara dalam paparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Pasaman dalam masa kepemimpinan Bupati H. Yusuf Lubis dan Wakil Bupati H. Atos Pratama berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 7,67% pada tahun 2016 menjadi 6,67 pada tahun 2018 lalu. “Tahun 2021 mendatang kita merencanakan angka kemiskinan turun menjadi 5,2%”, tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, adapun strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pasaman terintegrasi dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) melibatkan 9 Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) plus 4 lembaga lain yaitu, Baznas, BPJS, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga ( LK3), dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS).

Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Pasaman, H. Syafrizal juga memaparkan Program Unggulan Baznas Pasaman dihadapan Rombongan Study Banding Kabupaten Sleman DIY, yang cukup berkontribusi menekan angka kemiskinan di daerah itu.

Dengan dana zakat tersebut kata Syafrizal, pihaknya sudah ikut serta membantu Pemda setempat dalam pengentasan masalah sosial, pendidikan dan kesehatan bagi warga miskin yang digelontorkan sekitar 4 Milyar tiap tahunnya.

"Ada lima program unggulan Baznas yang kami telurkan sejak tahun 2017 lalu yaitu program Pasaman sejahtera dengan memberikan bantuan kepada fakir atau jompo, bantuan keluarga miskin dan bantuan modal usaha. Kedua, program Pasaman sehat (bantuan berobat), Pasaman cerdas (Beasiswa), Pasaman peduli meliputi bantuan bedah rumah, korban bencana dan bantuan untuk musafir. Kemudian yang terakhir yaitu Pasaman Imtaq bantuan untuk musafir dan muallaf," katanya.

Dalam kesempatan itu juga Syafrizal menyerahkan Cendra mata Kepada Rombongan Kabupaten Sleman Buku Mengapa Harus Berzakat dan Qur'an Hafalan dan Terjemahan yang di Cetak Baznas setempat.

"Benar. Didalam buku itu lengkap beberapa program dan dasar pengumpulan hingga distribusi Zakat yang kami terapkan di Pasaman. Kemudian tujuan Study Banding itu kata ketua Rombongan adalah merajut silaturrahmi dan saling tukar informasi," tukasnya.

Editor: Anto

  • Whatsapp

Index Berita