Mahasiswa PGSD UNY, Buat Media Pembelajaran Kontekstual

INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI - Dalam mata kuliah Pengembangan Pendidikan IPA, salah satu tujuannya adalah mahasiswa mampu merancang media pembelajaran IPA untuk siswa SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, selama setengah semester akhir perkuliahan didesain dengan pembelajaran berbasis proyek (PBL). PBL adalah pembelajaran dengan proyek sebagai aktivitas belajar. Mahasiswa melakukan proyek untuk mengatasi persoalan nyata sehingga menghasilkan produk realistik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari atau kontekstual. 

Proyek yang dilakukan mahasiswa dalam hal ini didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan kritis yang berisi permasalahan-permasalahan yang akan dipecahkan secara ilmiah. Untuk memecahkan permasalahan tersebut memerlukan waktu beberapa minggu. 

Berikut adalah kegiatan perkuliahan yang saya lakukan dengan mengacu pada langkah-langkah: perencanaan, implementasi proyek, dan pengolahan proyek.  

Tahap perencanaan, mahasiswa merancang proyek yang diawali dengan mengenai permasalahan aktual brainstorming yang kontekstual terjadi di masyarakat maupun di SD terkait dengan IPA.

Setelah itu mahasiswa diberi penjelasan tujuan perkuliahan dan tugas-tugas apa yang akan dilakukan serta kompetensi yang dicapai melalui kegiatan ini. Produk yang diharapkan untuk dihasilkan mahasiswa adalah berupa produk kreatif yang berguna bagi masyarakat, atau dapat pula media pembelajaran IPA SD, maupun inovasi lainnya.

Berikutnya secara berkelompok, mahasiswa merumuskan permasalahan baik yang berhubungan dengan fenomena di masyarakat maupun seputar pembelajaran di sekolah dasar. Kemudian mahasiswa membuat prediksi jawaban atas pertanyaan tersebut, membuat daftar pekerjaan yang diperkirakan akan dilakukan, membuat pembagian pekerjaan, lalu menyusun desain investigasi dengan mengacu berbagai sumber.

Tahap implementasi proyek, mahasiswa melakukan investigasi berdasarkan desain yang telah disusun dan mendokumentasikannya. Hasil akhir dari tahap ini adalah produk yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. 

Produk-produk yang telah dihasilkan oleh mahasiswa di antaranya media sederhana IPA seperti gerhana matahari dan gerhana bulan, sistem tata surya dengan anggota planet yang dapat berputar sendiri, aquarium tanpa kuras, rumah hemat lampu, dan lain-lain. Produk tersebut merupakan jawaban atas permasalahan yang ditemukan mahasiswa di lapangan.

Tahap akhir, pengolahan proyek. Setiap kelompok mahasiswa berbagi informasi mengenai produk yang telah dikembangkan, sekaligus refleksi, dan tindak lanjutnya. Dalam perkuliahan ini, tahapan ini dilakukan dalam bentuk pameran yang dikemas dengan nama festival sains. 

Pamerkan Hasil Karya 
Dalam kegiatan ini, selain pameran produk hasil karya kelompok, mahasiswa juga mengundang guru-guru SD untuk dilatih dan berbagi ide dalam membuat produk media pembelajaran. Mahasiswa juga memberikan brosur kepada masyarakat baik di sekolah maupun masyarakat umum untuk dapat melihat pamerannya. 

Hasilnya, para guru antusias untuk belajar membuat media pembelajaran IPA. Melalui pembelajaran seperti ini, ternyata dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa, pemahaman terhadap konsep juga meningkat, dan menyalurkan bakat-bakat mahasiswa. 

Hal ini juga menjadi ajang sosialisasi media kreatif IPA SD kepada guru-guru SD atau masyarakat sehingga tidak hanya berguna bagi mahasiswa tetapi juga bagi masyarakat. 

Oleh Woro Sri Hastuti MPd

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta

Index Berita