Mercu Buana Civil Guest Lecture: LRT dan Pengaruhnya terhadap Sistem Transportasi Indonesia

WARTAKAMPUS.COM: JAKARTA - Kemacetan yang sudah jadi "momok" bagi masyarakat perkotaan di Indonesia, terutama bagi masyarakat Jakarta, menjadi perhatian sendiri bagi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Jakarta. Himpunan Mahasiswa Sipil, didukung oleh Fakultas Teknik UMB mengundang PT Adhi Karya, PT Jakarta Propertido, serta Maska dalam kuliah tamu dengan tema, "LRT dan Pengaruhnya terhadap Sistem Transportasi Indonesia."

Hadir pada guest lecture atau kuliah tamu ini, Ir. Hermanto Dwiatmoko, M.S.Tr., IPU (Dirjen Maska), Agus Karianto, ST (GM PT Adhi Karya), Aditia Kesumanegara D. M.Sc. dan Ramdani Akbar, ST (PM PT Jakarta Propertindo).

Kuliah Tamu yang dipandu oleh  Ir. Muhammad Isradi, MT, IPM, Sekprodi Teknik Sipil ini membahas tentang untutan yang harus dilaksanakan dalam mengembangkan Sistem Transportasi Masal Perkotaan  yang berkelanjutan yang mengutamakan pergerakan manusia bukanlah pergerakan kendaraan pribadi.

Dari diskusi pada Kuliah Tamu ini terungkap ada beberapa masalah yang dihadapi masyarakat perkotaan khususnya Kota Jakarta seperti:
1)    Kemacetan lalulintas
2)    Terancamnya kesehatan masyarakat akibat polusi udara kendaraan
3)    Lumpuhnya perekonomian
4)    Dan adanya dampak terhadap perubahan iklim

Untuk menjawab tantangang tersebut, ditawarkan suatu konsep pengembangan Transportasi Perkotaan yag Berkelanjutan dengan menitik beratkan pada aspek:
a)    Ekonomi
b)    Sosial dan
c)    Lingkungan

Ke tiga basis pemikiran di atas menjadi basis keberhasilan dari sistem transportasi perkotaan, dimana transportasi ditujukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesempatan usaha bagi masyarakat sehubungan dengan efektifitas dan efisiensi transportasi yang digunakan oleh masyarakat perkotaan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Selanjutnya, aspek sosial akan menjadi basis keharmonisan antara masyarakat dan infrastruktur yang dibangun diharapkan menjadi salah satu solusi dari masalah-masalah sosial di masyarakat perkotaan, terutama masalah pengangguran dan pembukaan lapangan kerja baru.

Apapun konsep sistem transportasi perkotaan yang ditawarkan, masalah yang berhubungan dengan infrastruktur transportasi diharapkan selalu memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan suatu ekosistem perkotaan. (isradi)