Mercu Buana Menuju Universitas Generasi ke-3, dan Siap Menyongsong Revolusi Industri ke-4 Era Digital

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Catatan pertama yang diukir Universitas Mercu Buana (UMB) selama 2017 adalah prestasi sebagai PT Unggulan lima terbaik dalam penyelenggaraan program PT Asuh 2017 yang diselenggarakan Kemristek Dikti. Anugerah prestasi ini diterima pada Desember 2017. Prestasi tersebut menjadi penanda upaya UMB sebagai perguruan tinggi unggul untuk mendorong kemajuan pendidikan Indonesia melalui pendampingan kepada tiga perguruan tinggi di Indonesia mendapat pengakuan pemerintah. Apresiasi ini diberikan pada civitas akademika oleh Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho, pada saat Acara menyambut Tahun Baru 2018, di  Aula Tower UMB, (Rabu 3/1).

Selama 2017, UMB telah melakukan perbaikan akreditasi pada beberapa program studi, hasilnya antara lain Program studi desain produk terakreditasi A, Program Studi Manajemen S1 terakreditasi A, Program Studi Akuntansi S1 terakreditasi A dan Program Studi Magister Akuntansi terakreditasi A." jelas Dr. Aris. 

Selain prestasi di atas, UMB terus mendorong penerbitan hak cipta dan hak paten. Pada tahun 2017, UMB telah berhasil mendapatkan 10 sertifikat hak cipta dan sedang berproses pengusulan 11 hak paten di Kementerian Hukum dan HAM, dengan raihan hak cipta itu sudah 34 sertifikat yang berhasil dikantongi UMB sejak 2015-2017.

Dalam upaya meningkatkan karya hak cipta dan hak paten secara kualitas dan kuantitas, pada tahun 2017 UMB membangun Center of International Cooperation and Innovation (CICI) yang dikawal oleh Dr. Ing .Ir Darwin Sebayang dan tim. Setahun sebelum CICI berdiri salah satu Dosen UMB Dr.Sagir Alva dan timnya berhasil membuat ‘gaduh’ ilmu pengetahuan di luar negeri dengan hasil karyanya Nata De Coco Electroda membran yang mampu menjadi prototype pengembangan energy baterai di masa depan. Dari karyanya itu sejumlah penghargaan pun telah diraih. Berbagai media massa pun mempublikasikan karya Dr. Sagir Alva. Bahkan dalam waktu dekat akan presentasi dihadapan Menko Maritim.

Capaian prestasi UMB lainnya juga terlihat pada kualitas SDM yang berprestasi di tingkat Kopertis III. Mereka adalah 1) Dwi Andrian Susanto, S.Kom meraih juara I Laboran Berprestasi di lingkungan Kopertis III, 2) Gunadi, ST, MM meraih juara I Tenaga Kependidikan Berprestasi di lingkungan Kopertis III, 3) Rengga Sendrian, M.Hum meraih juara II Pustakawan Berprestasi di lingkungan Kopertis III dan 4) Muhammad Iqbal, Ph.D meraih juara III Dosen Berprestasi di lingkungan Kopertis III.

Rentetan prestasi tersebut kian gemilang dengan capaian prestasi mahasiswanya dalam berbagai kompetisi. Pada 2017 lalu sebanyak 113 mahasiswa UMB juga menyumbangkan prestasi. Mereka berkompetisi pada bidang keilmuan, seni-budaya hingga olah raga. Prestasi mahasiswa ini menujukan budaya kompetisi dalam lingkungan kampus telah tumbuh dengan baik. Kita harus percaya melalui budaya kompetisi ini akan melahirkan generasi Indonesia yang memiliki daya juang, kreatif dan tahan terhadap ujian.

Beberapa prestasi mengagumkan itu adalah:
1. Juara I dalam Challenge Your Arguments For Indonesia's SDSs
2. Juara I dalam Sayembara Desain Tugu Kartoyono Sayembara Arsitektur
3. Juara I dalam Panorama Award 2017 Lomba Foto, Kategori "People In The News"
4. Juara I dalam worldskills competition IT Software Solutions for Business
5. Juara I dalam 6th Satya Dharma Gita National Choir Festival 2017 Kategori Musik Religi
6. Juara II dalam Management Competition 2017 debate Management Competition di Jakarta
7. Juara II dalam Management Competition 2017 Business Plan Competition
8. The Best Winner dalam Totevo Film Festival Film Kategori Film Pendek
9. Senior Silver Medal dalam World Young Inventors Exibition Award 2017
10.Juara II dalam “Metro 10” Mural Art Competition Mural dan masih banyak lagi.

Gemilangnya prestasi yang diperoleh UMB juga setara dengan peningkatan fasilitasnya. Pada tahun 2017 lalu Universitas Mercu Buana telah melakukan berbagai penataan lingkungan. Bertujuan memberikan rasa nyaman, tentram selama berada di lingkungan kampus. Adapun perbaikan sarana pendukung pendidikan itu, antara lain: pembangunan Edupark ‘I Am UMB’ yang menjadi icon baru untuk berswafoto atau pun berfoto bersama, sehingga memberikan kesan baru tentang Universitas Mercu Buana. Berdirinya Gedung Internasional Office dan Gedung program Doktor menjadi simpul baru pelayanan pendidikan yang kian meningkat kualitasnya. Serta penyiapan Laboratorium terpadu multidisplin ilmu yang akan menjadi fasilitas terbaru pada di tahun 2018.

"Tahun 2018 ini populer sebagai tahun digital. Karena penggunaan teknologi digital akan lebih massif dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana seluruh kegiatan pengumpulan, pengolahan dan analisa berbagai informasi berbagai aktifitas dilakukan dengan pemanfaatan teknologi digital. Sehingga nyaris tidak ada lagi area kehidupan yang tidak tersentuh teknologi digital. Sejak mata terbuka dari tidur hingga kembali terpejam untuk tertidur, selalu bersentuhan pada teknologi digital," Jelas Dr. Aris saat memberikan sambutan Awal Tahun 2018 di hadapan Civitas Akademika Universitas Mercu Buana di Aula Tower Mercu Buana.

"Hal tersebut menjadi kenyataan yang tak bisa kita bantah dan kita abaikan. Digital telah menjadi bagian dari kehidupan era NOW. Mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan pengelolaan negara pun terpapar kecanggihan digital. Dari meja makan hingga ruang ibadah pun dirasuki teknologi digital. Tidak terkecuali pula kita sebagai pelaku pendidikan di perguruan tinggi ikut tertarik dalam arus era digital," lanjut salah satu Rektor muda yang penuh semangat dan inovasi ini.

Pemerintah melalui Kemristek Dikti menyadari hal ini dan beberapa waktu lalu sejumlah Rektor dari berbagai perguruan tinggi dikumpulkan untuk mengetahui arah Pemerintah terkait perguruan tinggi dan era digital. Secara umum pemerintah mengajak semua stakeholders perguruan tinggi kembali bekerja keras dan melakukan berbagai penyesuian dengan cepat. Karena teknologi digital memaksa semua pelaku untuk cepat dan tepat dalam melakukan perubahan.

Teknologi digital yang terus bergerak itu harus menjadi kekuatan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat dirinya dalam menjawab rentetan persoalan kehidupan. Dari berbagai literature, diskusi dan riset terungkaplah perkembangan perguruan tinggi kian memaksa pada model universitas kelas dunia dan universitas riset. Model universitas riset tersebut memang beririsan dengan gelombang revolusi Industri 4.0. Inilah yang kemudian disebut sebagai “universitas generasi ketiga” yang menjadi kelanjutan dari universitas generasi I dan generasi II.

Patut kita sadari tujuan, peran, metode, produk lulusan, orientasi, bahasa, organisasi, dan tata kelola pada universitas generasi ketiga berbeda dari tujuan, peran, metode, produk lulusan, orientasi, bahasa, organisasi, dan tata kelola universitas generasi pertama dan kedua. Dari segi metode, misalnya, generasi pertama pendidikan tinggi lebih bercorak skolastik dan generasi kedua bercorak modern namun menggunakan pendekatan perkuliahan, pembelajaran, serta riset yang masih bercorak monodisiplin, sedangkan generasi ketiga bercorak modern namun menggunakan pendekatan yang interdisiplin (Sumber: Era Disrupsi Pendidikan Tinggi, Peluang dan Tantangan; 2017)

Dengan melihat itu kita dapat lah memposisikan diri berada pada kategori universitas seperti apa? Apakah kita Universitas Generasi I, atau Universitas Generasi II atau akan bergerak ke arah Universitas Generasi III? 

Secara sederhana universitas era kontemporer ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan lebih lanjut dari apa yang disebutsebagai Liberal Arts Education. Liberal Arts Educatioan adalah upaya mendekatkan kembali, mengintegrasikan, atau mengaithubungkan secara intrinsik dan sistemis antara sains, ilmu sosial, dan humaniora, antara keterampilan berpikir ilmiah (scientific skill) dan pemikiran kemanusiaan.

Pengetahuan mengenai ilmu sosial dan studi humaniora seperti agama, filosofi, bahasa, sastra, menulis, sejarah, seni, antropologi, sosiologi, psikologi, dan komunikasi sangat diperlukan untuk membangun karakter yang kuat buat kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

Terlepas dari itu semua, kiranya sangat tepat kita menyelaraskan dengan upaya pemerintah melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana peningkatan pembelajaran dan peningkatan kualitas SDM, antara lain menerapkan Blended Learning, kuliah magang, pertukaran dosen dan mahasiswa. Sehingga mampu menciptakan keterampilan baru yang berbasiskan pada keterampilan digital. Penerapan blended learning itu masih perlu dipertajam melalui pendekatan multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin. Pendekatan interdisiplin adalah cara atau model pembelajaran dan penelitian yang mampu menyatupadukan informasi, data, teknik, alat-alat, perspektif, konsep, dan teori dari dua atau lebih disiplin ilmu untuk memajukan pemahaman fundamental dan memecahkan permasalahan tertentu yang pemecahannya berada di luar wi-layah jangkauan satu disiplin tertentu (monodisiplin) atau wilayah praktik penelitian tertentu. (US National Academy of Sciences :2004)

Selain itu pula hilirisasi riset juga menjadi bagian penting. Setidaknya terdapat 10 bidang fokus riset yang menjadi perhatian pemerintah, yakni Kemandirian Pangan; Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan; Pengembangan Teknologi Kesehatan dan Obat; Pengembangan Teknologi dan Manajemen Transportasi; Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pengembangan Teknologi Pertahanan dan Keamanan; Material Maju; Kemaritiman; Manajemen Penanggulangan Kebencanaan; dan Sosial Humaniora - Seni Budaya – Pendidikan.

Pengaruh teknologi digital yang menyebabkan pergeseran pada perguruan tinggi, rasanya harus disikapi bersama. Berikut beberapa hal yang patut kita
lakukan pada 2018 Pertama, Bidang Pembelajaran, Ristek dan Kemahasiswaan.

Bidang Pembelajaran, perlu melakukan analisis dan perubahan atas Kurikulum yang mengacu pada UU No 12 tentang Pendidikan Tinggi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menyesuaikan dengan teknologi digital. Di sinilah perlunya kurikulum yang memiliki pendekatan multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin.

Bidang Riset, perlu mengembangkan pada produk riset yang secara perlahan berorientasi ekonomis dan industri agar mampu memiliki nilai manfaat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan universitas. Bidang Kemahasiswaan melalui pengembangan keterampilan mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi digital yang kemudian disebut Hybrid Job terdiri dari Coding, Big Data, Analisis dan Artificial Intelligen.

Kedua, Bidang Pengembangan dan Sumber Daya. Pemetaan sumber daya harus berbasis digital secara lebih masif. Pemetaan ini akan memudahkan membaca potensi sumber daya yang ada, kemudian untuk diarahkan dan dimanfaatkan pada bidang yang lebih tepat. Selain itu pula pengembangkan pelayanan kemahasiswaan berbasis digital yang lebih luas di lingkungan kampus. Agar mampu meningkatkan efisiensi waktu pelayanan dan efektifitas tujuan pelayanan.

Pada sisi lain monitoring sumber daya juga perlu pendekatan digital. Monitoring yang berbasis digital akan lebih detil melihat kegunaan sumber daya tersebut dalam kepentingan universitas.

Ketiga, Inovasi, Alumni dan Hubungan Internasional Bidang Inovasi perlu terus merangsang karya riset untuk keperluan hak cipta maupun hak paten yang merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu. Agar manfaat yagn dihasilkan dari karya riset menjadi lebih besar.

Bidang Alumni melalui penguatan relasi terhadap alumni dengan institusi. Alumni perlu menjadi potensi kampus meningkatkan peran serta bagi lingkungan. Dengan dibekali pada pendataan alumni secara baik dan detil, serta mampu melihat kemampuan personal secara lengkap.

Bidang Hubungan Internasional harus bergerak pada perluasan jejaring pada lingkungan pendidikan global dan industry berskala internasional. Melakukan lintas komunikasi pada berbagai komunitas keilmuan yang ada dimasyarakat. Sehingga mampu menangkap berbagai persoalan dan harapan masyarakat secara lebih mendalam.

"Saya berharap upaya dan arahan yang disampaikan ini mampu mengantarkan UMB pada posisi perguruan terbaik, dengan penekanan pada orientasi kualitas. Bukan kuantitas semata. Sehingga Visi-Misi universitas yang telah kita sepakati dapat terwujud tepat pada waktunya 2024," harap Dr. Aris. (sb)

  • Whatsapp

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Index Berita