#Home


Pemerintah Pastikan Peneliti dan Inovator yang Gunakan Fasilitas Negara Tetap Dapatkan Royalti

indonesiasatu, 08 Feb 2019,

BANDUNG - Pemerintah memastikan peneliti dan inovator yang menggunakan fasilitas negara akan tetap mendapatkan royalti apabila penelitiannya bisa diproduksi massal dan dipasarkan.

Demikian ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat Peluncuran Base Station 4G LTE – ITB pada Jumat (1/2) di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Saat saya awal menjadi Menteri para Peneliti dan Inovator di pendidikan tinggi tidak bisa mendapat royalti, karena dianggap mereka hanya memanfaatkan fasilitas riset negara. Saya sampaikan, kalau seperti itu, tidak akan ada peneliti dan inovator yang mau berkarya,” ungkap Menteri Nasir.

Menteri Nasir mengatakan telah mengkomunikasikan kepada Menkumham, agar royalti dapat diberikan kepada peneliti.

“Akhirnya bertemu satu kesepakatan, semua fasilitas negara yang digunakan oleh peneliti dan inovator yang menghasilkan paten dan royalti yang berasal dari penelitian, pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka royaltinya bisa dibayarkan kepada institusi tersebut, serta para peneliti dan inovator,” ungkap Menristekdikti.

Nasir sampaikan kini peneliti, perekayasa, dosen, maupun mahasiswa dapat menggunakan fasilitas negara untuk dukungan risetnya dan tetap mendapatkan royalti. Menteri Nasir menegaskan hal tersebut saat Peluncuran Base Station 4G LTE – ITB, produk dari Pusat Mikroelektronika ITB yang akan diproduksi oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) untuk digunakan perdana oleh Telkomsel.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak, sehingga hari ini dan seterusnya Produk InfiniTeBe dapat segera kita manfaatkan. Saya sangat mengapresiasi PT INTI untuk manufacturingnya. Mudah-mudahan PT Telkomsel dan PT INTI dapat berkolaborasi untuk gunakan produk ini”, ungkap Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah Suryadi.

InfiniTeBe Base Station 4G LTE adalah alat yang dapat menyalurkan sinyal Forth Generation Long-Term Evolution (4G LTE) dari smartphone kepada satelit dan sebaliknya. InfiniTeBe ini ditargetkan akan menggantikan base transceiver station (BTS) yang berukuran lebih besar dan lebih mahal.

Ukuran InfiniTeBe berdimensi tinggi 40 cm panjang 25 cm dan lebar 16 cm (seukuran tas ransel) dan dapat dibawa secara portable serta dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dengan lebih fleksibel, dibandingkan BTS yang berukuran tiang menara.

Selain untuk penggunaan publik, InfiniTeBe dapat diterapkan pada (i) Wilayah Militer untuk penguatan ketahanan nasional, (ii) Daerah yang rentan (rawan) Bencana Alam, dan (iii) Daerah Terpencil, Terdepan, dan Terluar (3T).

InfiniTeBe jelas dapat menghemat biaya, menyalurkan sinyal 4G LTE sebesar 22,83 persen, dari sebelumnya 51.900 Rupiah per kilobits per second (Kbps), menjadi 40.050 Rupiah per Kbps.

Selain itu InfiniteBe juga dapat menyalurkan sinyal lebih cepat hingga 10 Mbps/km persegi ketimbang BTS berbasis tiang menara.

2. Menristekdikti Luncurkan Bukalapak – ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation, Dorong Mahasiswa Tidak Takut Gagal

Setelah meluncurkan InfiniteBe Base Station 4G LTE, Menristekdikti bersama Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Ahmad Zaky meresmikan Bukalapak – ITB Artificial Intelligence (AI) and Cloud Computing Innovation Center di Aula Barat ITB.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir mengapresiasi Bukalapak yang menjadi satu-satunya start-up dengan kapitalisasi aset di atas USD 1 Miliar yang telah membuka pusat penelitian (research center) di Indonesia.

“Bukalapak jadi satu-satunya unicorn di Indonesia yang research centernya ada di perguruan tinggi. Mudah-mudahan bisa menjadi pioneer bagi unicorn-unicorn yang lain. Para anak muda ini harus punya mimpi besar. Jangan takut gagal. Gagal itu hal biasa,” ungkap Nasir setelah meresmikan Innovation Center di bidang kecerdasan buatan (artificial intellegence) tersebut.

Nasir mengajak perguruan tinggi untuk membuka diri terhadap kalangan profesional, termasuk membuka kesempatan bagi para praktisi untuk memberikan kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa.

“Kepada Bapak Rektor dan seluruh jajaran di ITB, mari kita membangun sistem pendidikan tinggi ini, dengan melihat masa depan yang lebih luas, dengan membuka diri atas kerja sama atau masukan dari para praktisi,” ungkap Menristekdikti.

CEO Bukalapak Ahmad Zaky menyampaikan bahwa Bukalapak juga menyumbangkan Bukabike, yaitu sepeda kampus yang dapat dioperasikan secara gratis di ITB. Sepeda terdekat dapat ditemukan melalui aplikasi Bukalapak. Mahasiswa dapat menggunakan sepeda tersebut dengan membuka kunci sepeda melalui bar code yang dapat discan melalui aplikasi tersebut.

Ahmad Zaky juga menyatakan Bukalapak yang bergerak di dunia teknologi informasi, sangat rentan terhadap disrupsi teknologi sebagai akibat dari cepatnya perkembangan dari pesaing usaha, oleh sebab itu Bukalapak selalu beradaptasi mengikuti perkembangan jaman. Zaky juga mengatakan bahwa Bukalapak selalu mencari talenta berbakat baru untuk meningkatkan performance perusahaan untuk bersaing sehat, baik di Indonesia maupun di dunia global.

“Tantangan bagi kami saat ini bagaimana mencari talenta di bidang Artificial Intelligence (AI), yang berkontribusi untuk Indonesia.

Bukalapak bekerja sama dengan ITB dalam membangun laboratorium riset Al pertama di Indonesia yang dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya,” ungkap Zaky. Selain itu dia mengharapkan bahwa millenial muda Indonesia mampu untuk menguasai dan menciptakan teknologi dan inovasi, seperti Google dan Facebook di masa yang akan datang.

Kolaborasi kerjasama antara Kemenristekdikti, ITB dan para pendiri Bukalapak yang terdiri dari alumni ITB, merupakan momentum kebangkitan millenials Indonesia yang patut mendapat apresiasi. Salute!….

Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ismunandar, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti IV) Uman Suherman, Rektor ITB Kadarsyah Suryadi, Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mikroelektronika ITB Trio Adiono, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin dan perwakilan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Direktur Santosa, serta perwakilan PT Telkomsel, mahasiswa ITB serta tamu undangan lainnya.


Sumber: ristekdikti.go.id

FB
WA Telegram
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami