Pinalti Tidak Wajar, Tim Sepak Bola Pasaman Mogok Main di Porprov XV

INDONESIASATU.CO.ID:

Berakhir sebelum waktu 2x45 habis dimainkan saat cabang olahraga sepakbola ketika tim tuan rumah, Padang Pariaman kontra Kabupaten Pasaman terjadian mogok bermain, di Lapangan Manunggal Pauh Kamba Minggu (18/11/2018). 

Pasalnya, tim sepakbola Kabupaten Pasaman memilih mundur dan tidak mau melanjutkan pertandingan di menit 87 saat skor imbang 1-1. Hal tersebut terjadi karena keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah. Mendapatkan keputusan tersebut, sepakbola Kabupaten Pasaman menilai keputusan tersebut tidak wajar dan sangat merugikan timnya yang baru mengoleksi satu poin. 

Pelatih Kiper Kabupaten Pasaman Haristo Saputra mengatakan penalti tersebut adalah penalti siluman. 

"Pertandingan berakhir diakibatkan keputusan wasit yang blunder. Padahal kami tetap bermain sesuai aturan tapi penalti yang diberikan tidak wajar," ujar Haristo kepada indonesiasatu.co.id, Senin (19/11/2018)

Dia menjelaskan saat skor 1-1 dan memasuki menit akhir, sebuah counter attack dilakukan lawan hingga mendekati area berbahaya. Salah seorang pemain Pasaman, Rido mencoba merebut bola dari pemain Padang Pariaman yang mengakibatkan keduanya terjatuh.

"Bola disentuh duluan oleh pemain kami dan baru disentuh oleh pemain lawan yang mengakibatkan keduanya jatuh. Namun mereka jatuh di luar kotak penalti dan bukan di area penalti, tiba-tiba wasit langsung menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah," kata Haristo. 

Menurut pelatih kepala Yusri mengatakan kejadian terjadi di luar kotak penalti dan posisi wasit jauh di tengah lapangan. Tapi wasit menunjuk titik putih dan ia manajemen tim Pasaman tidak menerima keputusan tersebut sehingga memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan yang hanya menyisakan waktu beberapa menit sebelum berakhir.

"Kalaupun kami lanjutkan maka penalti, gol, dan kalah. Sebenarnya itu tidak .masalah buat kami, tapi kalau dipaksakan akan merusak anak-anak yang pasti akan bermain kasar. Benturan juga akan terjadi yang tentunya akan merusak mental pemain. Parahnya mungkin akan ribut dan terjadi kekacauan," kata Yusri.

Selain itu, beberapa keputusan wasit sebelumnya juga dinilai tidak netral. Salah satunya pemain Pasaman, Iswandi yang dilanggar dari belakang dan wasit hanya memberikan kartu kuning yang seharusnya kartu merah.

Sehingga atas keputusan bersama ofisial dan manajemen tim, Pasaman memilih tidak melanjutkan pertandingan. Namun untuk sisa laga terakhir, ia bersama anak asuhnya akan tetap bermain melakoni pertandingan kontra Kabupaten Limapuluh Kota pada Selasa 20 November 2018.(Anto)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita