Nadiem Makarim: 22.000 Mahasiswa Lolos Jadi Peserta Kampus Mengajar Angkatan 2

    Nadiem Makarim: 22.000 Mahasiswa Lolos Jadi Peserta Kampus Mengajar Angkatan 2
    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim

    JAKARTA - Program Kampus Mengajar Angkatan 2 tahun 2021 akan segera dimulai pada 2 Agustus 2021. Sebanyak 22.000 mahasiswa telah lolos menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 2 dan siap mengabdikan diri membantu proses pembelajaran di Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Sebelum para peserta diterjunkan ke sekolah, mereka diberikan pembekalan terlebih dahulu terkait pembelajaran literasi dan numerasi selama delapan hari.

    Cortado steamed milk
    market.biz.id Cortado steamed milk
    9% Rp 2.300
    Beli sekarang!

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang turut berkontribusi dalam program ini.

    “Terima Kasih sudah mendaftar program Kampus Mengajar. Ini luar biasa dan selamat atas keberhasilannya karena telah lulus seleksi. Ini bukan suatu seleksi yang mudah, karena ini juga bukan suatu aktivitas Kampus Merdeka yang mudah, ” kata Mendikbudrisrek Nadiem, seperti dikutip dalam rilis Ditjen Dikti di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

    24JAM.CO.ID
    market.biz.id 24JAM.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Pada acara puncak pembekalan Kampus Mengajar Angkatan 2, Jumat (30/7) Nadiem menjelaskan, tujuan dari program ini adalah untuk membantu ketertinggalan bagi anak-anak sekolah di daerah tertinggal. Karena masa pandemi ini begitu banyak tantangan yang dihadapi terutama di daerah-daerah 3T dimana banyak dari mereka yang sangat sulit untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Nantinya, para mahasiswa akan disebar ke 3.593 SD dan SMP di 491 kabupaten dan kota.

    "Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk membantu anak-anak di dalam sekolah yang akan menjadi tempat mengajar nanti, ” ungkapnya.

    Nadiem berharap, para mahasiswa benar-benar mengikuti pembekalan atau pelatihan dengan sangat intensif selama delapan hari. Pelatihan ini, akan memberikan panduan bagaimana cara yang paling optimal untuk meningkatkan numerasi, literasi, dan juga pendidikan karakter.

    Selain itu, Nadiem menyampaikan beberapa pesan kepada para mahasiswa. Yang pertama, agar para mahasiswa memberikan yang terbaik bagi murid-murid di SD dan SMP, dengan program yang telah dibuat. Kedua, Nadiem mendorong mahasiswa untuk tidak takut mengambil resiko dan berani mencoba hal-hal baru di dalam pekerjaan baik sekolah maupun di luar sekolah. Berinteraksi dengan guru-guru atau masyarakat sekitar, dan pergi ke tempat-tempat di desa tersebut.

    HUMAS.CO.ID
    market.biz.id HUMAS.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Dan yang terakhir have fun, pastikan bahwa pengalaman ini yang akan Anda kenang seumur hidup, ” pungkasnya.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan bahwa para mahasiswa sangat antusias dengan adanya program ini. Walaupun  terdapat banyak persyaratan dan berbagai tahapan seleksi, namun tak membuat surut semangat mahasiswa untuk tetap mendaftar. Ia pun memberikan nama khusus bagi mahasiswa Kampus Mengajar dengan sebutan mahasiswa Platinum. “Platinum itu adalah logam paling mahal di dunia, jadi adik-adik adalah generasi paling muda  dengan kualitas terbaik di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mas Menteri sudah memberikan kepercayaan, jangan lupa untuk memberikan dedikasi dan integrasi untuk kampus mengajar, " tutur Paris.

    NAGARI.CO.ID
    market.biz.id NAGARI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Selanjutnya, Paris berharap dengan adanya 22.000 mahasiswa ini diharapkan dapat memacu kreativitas adik-adik siswa. Reaksi dan kedekatan murid-murid menjadi indikator keberhasilan mahasiswa dalam mentransformasikan program Merdeka Belajar kepada adik-adik pelajar SD dan SMP.

    “Kedekatan Anda dengan murid itu juga menjadi tolok ukur, apakah Anda punya dampak atau tidak, ” ungkapnya.

    Mahasiswa juga diharapkan dapat beradaptasi secara cepat dalam menghadapi rasa ketidaknyamanan karena budaya baru, bahasa baru, sosial ekonomi yang berbeda. Adaptasi atas ketidaknyamanan tersebut merupakan indikator bahwa para mahasiswa sedang belajar, bertumbuh, berevolusi sebagai orang dewasa muda.

    “Jangan takut dengan rasa ketidaknyamanan, malah dirangkul rasa ketidaknyamanan itu karena dari situlah kita akan tumbuh sebagai orang baik dari sisi karakter atau dari sisi kompetensi kita, ” jelasnya.

    Nadiem Makarim
    WartaKampus.com

    WartaKampus.com

    Artikel Sebelumnya

    23 Perguruan Tinggi Kolaborasi Melakukan...

    Artikel Berikutnya

    Kemendikbudristek Rangkul Berbagai Pihak...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Ray

    Ray verified

    Postingan Bulan ini: 10

    Postingan Tahun ini: 21

    Registered: Jul 7, 2022

    FIkri Haldi

    FIkri Haldi verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 1

    Registered: Jul 8, 2021

    Sumarno

    Sumarno verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 15, 2022

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 16, 2022

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    FLOICE FTP UB Raih 3 Juara 11th Bali International Choir Festival 
    Hadirkan TGB, ITS Ajarkan Maba tentang Moderasi Beragama 
    Ali Fauzi Ajak Maba ITS Lawan Radikalisme 
    Tiga Ksatria Airlangga Sabet Juara I Lomba Debat Nasional

    Rekomendasi

    ITS Mitigasi Risiko Bencana untuk Tingkatkan Ketangguhan Kota Surabaya
    ITS Dorong Peningkatan Kekayaan Intelektual Melalui Klinik HKI
    Mahasiswi FIB Raih Juara 2 di LANGGAM Indonesia
    Tim Spektronics ITS Rebut Juara di Ajang Chem-E-Car Internasional
    FKM UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat bagi Tenaga Kesehatan di RSUD Sanjiwani Gianyar Bali

    Ikuti Kami