PPDM UNG Gorontalo Edukasi Masyarakat Desa Iluta Manfaatkan Gulma Enceng Gondok

PPDM UNG Gorontalo Edukasi Masyarakat Desa Iluta Manfaatkan Gulma Enceng Gondok
Tim PPDM UNG Gorontalo

GORONTALO - Masyarakat Desa Iluta Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo didorong untuk memanfaatkan tanaman gulma enceng gondok, dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pengelolaan secara tepat. Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PDDM), Tim PPDM UNG mengedukasi masyarakat melalui 2 Kelompok UKM Desa untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan gulma enceng gondok agar dapat menghasilkan keuntungan ekonomi.

Menurut Ketua Tim Pelaksana PPDM Desa Iluta Tineke Wolok, S.T, MM, sebagai salah satu Desa yang berada di pesisir Danau Limboto, terdapat beberapa masalah yang butuh ditangani melalui program ini. Diantaranya mengurangi pendangkalan Danau Limboto akibat enceng gondong secara berkelanjutan.

"Upaya mengurangi pendangkalan dengan memanfaatkan potensi enceng gondok dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui penguatan kapasitas manajemen usaha kerajinan ragam anyaman enceng gondok, " ungkap Tineke, Sabtu (15/08/2020).

Dalam kegiatan produksi kerajinan dari enceng gondok dilakukan standarisasi ragam produk dan penerapan Iptek. Selain itu aspek produksi dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, seperti standarisasi ragam produk, membuat kerajinan tangan bahan enceng gondok sebagai produk original dari Gorontalo.

"Proses produksi dilakukan sesuai dengan permintaan pasar di enam Daerah Kabupaten Kota se Prov Gorontalo yang menjadi pusat market produk. Hasil produk UKM juga diberikan sentuhan inovasi dan kombinasi enceng gondok dengan motif lain, berupa bahan kayu rotan, papan dan sebagainya, " terangnya.

Menurut Tineke, pelaksanaan program PPDM Desa Iluta dilaksanakan selama 3 tahun berjalan dan pada tahun 2020 telah memasuki tahun kedua pelaksanaan program.

"Untuk rencana tahapan ditahun berikutnya akan difokuskan pada, inovasi dan pengembangan produk sesuai ciri khas Desa, keberlanjutan proses pemasaran dan distribusi berdasarkan sasaran penjualan, " pungkasnya. (ung.ac.id)