Tangani Stunting di Cirebon, IPB University, Unpad dan UPI Lakukan Kolaborasi Riset

Tangani Stunting di Cirebon, IPB University, Unpad dan UPI Lakukan Kolaborasi Riset

BOGOR - IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) lakukan kolaborasi riset penanganan stunting di Kabupaten Cirebon. Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Ernan Rustiadi dalam Sosialisasi Kegiatan IPB-UNPAD-UPI di Kabupaten Cirebon, awal pekan ini di Ruang Rapat Suparman, Bappelitbangda Kabupaten Cirebon.

“Kolaborasi penelitian ketiga perguruan tinggi ini diharapkan memberikan solusi dari berbagai aspek permasalahan stunting, sehingga dapat mempercepat penanganan masalah stunting di wilayah Kabupaten Cirebon, ” jelas Dr Ernan, Jumat (07/08/2020).

Sekretaris Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cirebon, Suratmo menyambut positif kegiatan kolaborasi tiga perguruan tinggi tersebut di Cirebon. ”Perlu dilakukan adanya langkah bersama dalam menekan turunnya angka jumlah stunting di Cirebon. Jumlah populasi anak yang mengalami stunting atau memiliki tinggi kurang di usianya bukan masalah bagi orang tua maupun dinas kesehatan saja. Semua pihak perlu terlibat dalam hal ini. Penelitian bersama ini merupakan bentuk kepedulian pihak akademisi dalam menanggulangi stunting, ” kata Suratmo.

Koordinator Pelaksanaan Penelitian Institusi Agromaritim (PI Amar) 4.0 IPB University, Prof Dr Agik Suprayogi mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari Penelitian Institusi Agro-Maritim 4.0 (PI-AMar4.0) IPB University.

“Menyikapi industri 4.0, pada tahun 2019 IPB menawarkan Penelitian Institusi yang mengarah pada industri 4.0 yang disebut dengan Penelitian Institusi Agro-Maritim 4.0 (PI-AMar4.0) IPB University. Pelaksanaan PI-AMar4.0 IPB ini bertujuan untuk membantu dan memfasilitasi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen/peneliti IPB University sebagai upaya kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan bangsa, khususnya di bidang pangan, energi, lingkungan, biomedis, dan kemiskinan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi (TIK), ” papar Prof Agik.

Dalam kolaborasi tersebut, IPB University melaksanakan dua kegiatan penelitian yakni “Evaluasi Efektivitas Posyandu dalam Penanganan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Cirebon” yang diketuai Prof Ali Khomsan dan “Penguatan Posyandu dan Pengembangan Model Edukasi Gizi Ibu Hamil dan Menyusui untuk Penanggulangan Stunting” yang diketuai Dr Hadi Riyadi. Acara sosialisasi ini berupa penyampaian tujuan kolaborasi oleh ketiga perguruan tinggi, rencana kegiatan penelitian setiap tim peneliti dan diskusi.

Selain Kepala LPPM hadir pula peneliti IPB University yakni Prof Agik Suprayogi, Prof Ali Khomsan, Dr Hadi Riyadi dan Dr Mira Dewi. Dalam kesempatan itu hadir juga peneliti Unpad, UPI dan jajaran pimpinan daerah Kabupaten Cirebon. (ipb.ac.id)